Tulisan ini adalah bagian dari tugas akhir Interaksi Manusia-Komputer (IMK). Anda dapat membaca kembali Bagian 1, Bagian 2, dan Bagian 3.
Penutup
Website di atas adalah website Nox Audio, pemenang penghargaan Annual Design Awards tahun 2010 kategori Best Website Design (Non-Flash). Kita bisa menggunakan website tersebut sebagai referensi tentang bagaimana seharusnya kita mendesain sebuah website.
Keberhasilan sebuah desain ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kebergunaannya. Tentu saja hal tersebut berarti kita harus selalu memperhatikan kebergunaan dalam setiap tahap pembangunan suatu sistem web. Apa yang harus dan tidak boleh dimasukkan ke dalam sebuah halaman situs, bagaimana agar seorang pengguna dapat memperoleh apa yang diinginkannya dari web tersebut, dan lebih penting lagi, bagaimana agar Anda sendiri bisa memperoleh apa yang Anda inginkan dari website yang Anda bangun tersebut.
Jadi, seberapa bergunakah website BeliToyota.com?
Karena saya hanya meresensi sebagian isi situs saja dan hanya beberapa variabel saja jadi akurasi penilaian saya mungkin masih jauh dari yang sebenarnya. Tetapi saya harap penilaian saya ini dapat memberikan sedikit gambaran mengenai kebergunaan website BeliToyota.com, juga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk perbaikan kedepannya.
Beberapa hal penting yang dapat saya tarik dari analisa saya adalah sebagai berikut.
-
BeliToyota.com adalah sebuah situs blog yang fungsi utamanya adalah menyampaikan informasi dan promosi harga-harga mobil khususnya yang bermerek Toyota dan sebagai media perantara antara para calon pembeli mobil Toyota dengan wiraniaganya (dalam hal ini Mas Teguh Kurniawan selaku pemilik BeliToyota.com)
-
Nilai lebih kebergunaan website BeliToyota.com ini antara lain visibilitas yang cukup bagus (ada respon yang benar dari sistem), bahasa dan metafora yang cukup baik, pencegahan terhadap kemungkinan error, dan kemudahan situs ini untuk dikenali karena cukup memenuhi standar.
-
Adapun nilai kurangnya terletak pada konsistensi, kurang minimalis, serta kurangnya bantuan dan dokumentasi.
Tak ada website yang tak retak, oleh karena itu izinkan saya untuk memberikan beberapa saran berkenaan dengan upaya untuk membangun website yang lebih baik.
-
Daftar varian mobil Toyota sebaiknya diletakkan dalam sebuah daftar vertikal, bisa berupa sidebar (seperti tab yang diletakkan di pinggir dan disusun vertikal /dari atas ke bawah)
-
Halaman utama (home) sebaiknya hanya diisi oleh hal-hal yang penting saja, agar memudahkan pengguna untuk memahami website secara keseluruhan. Hal-hal seperti iklan yang tak bisa diklik, iklan yang tidak ada sangkut pautnya dengan mobil Toyota, atau fitur-fitur lain yang kemungkinan besar tak akan pernah dipakai sebaiknya diganti dengan informasi yang lebih relevan.
-
Sebaiknya ada semacam halaman Help (bantuan) dan juga ada FAQ (Frequently Asked Question) atau daftar pertanyaan yang sering diajukan pengguna agar pengelola website tidak perlu bersusah payah menjawab pertanyaan yang sama berulang-ulang.
Sekali lagi terima kasih buat Mas Teguh yang langsung memberikan respon terhadap analisis saya (padahal belum selesai), jadi saya lebih semangat untuk menyelesaikannya
Demikian analisis kebergunaan web untuk situs BeliToyota.com dari saya, kurang ataupun lebihnya saya mohon maaf, semoga bermanfaat untuk Mas Teguh dan semua pembaca blog saya. Amin
Referensi
Artikel Usability Studies: Testing Your Website dari Scribd dan Web Usability dari Wikipedia menjadi referensi utama saya dalam menulis pendahuluan, selain informasi lain yang saya racik dari berbagai sumber.
Panduan tentang langkah-langkah evaluasi kebergunaan web saya dapatkan dari website Usability.gov
Butir-butir evaluasi heuristik saya peroleh dari website STCSIG.com
Untuk memahami sepuluh poin evaluasi heuristik saya membaca situs DesigningWebInterfaces.com dan juga blog Auzi
TAMAT
Anda dapat membaca kembali Bagian 1, Bagian 2, dan Bagian 3.
Tulisan ini adalah bagian dari tugas akhir Interaksi Manusia-Komputer (IMK). Anda dapat membaca kembali Bagian 1 dan Bagian 2.
Menilai Kebergunaan Web (Lanjutan)
7. Recognition Rather Than Recall – Membuat objek, tindakan, dan pilihan terlihat. User tidak perlu mengingat informasi dari satu bagian dari dialog yang lain. Instruksi untuk penggunaan sistem harus terlihat atau dengan mudah didapatkan kapan pun diperlukan.
Pilihan tombol chat berwarna abu-abu ketika offline (tidak dapat dihubungi) sehingga mudah dikenali (7.10, 7.33).
Kontras warna antara teks, gambar, dan latar belakang baik sehingga masing-masing komponen terlihat jelas (7.26)
Pada daftar sitemap yang dikelompokkan berdasarkan kategori, halaman-halaman terbaru diberikan label New!! dengan tebal dan miring(7.21) dan juga diberikan empasis dengan mewarnainya lebih terang dari komponen halaman yang lain (7.27).
8. Flexibility and Efficiency of Use- Akselerator- tidak terlihat oleh pengguna awam-seringkali dapat mempercepat interaksi bagi pengguna ahli sedemikian rupa sehingga sistem dapat melayani baik para pengguna yang tidak berpengalaman maupun yang berpengalaman. Menyediakan alternatif akses dan operasi untuk pengguna yang berbeda dari pengguna "rata-rata" (misalnya, kemampuan fisik atau kognitif, budaya, bahasa, dll)
Gambar di atas adalah kolom pencarian situs BeliToyota.com. Bagi para pengguna pemula, mungkin setelah mengetikkan kata ke dalam kolom mereka akan mengklik gambar kaca pembesar yang mewakili istilah ‘cari.’ Namun para pengguna yang sudah terbiasa berselancar di dunia maya biasanya setelah mengetikkan kata kunci tertentu langsung saja menekan ‘enter’ di keyboard komputer. Fasilitas pencarian di situs ini mendukung keduanya. Baik mengklik gambar kaca pembesar ataupun menekan ‘enter’ di keyboard, sistem tetap akan membawa pengguna pada halaman hasil pencarian (8.11). Hal ini juga berlaku pada menu. Selain mengklik link atau icon yang bersangkutan, pengguna juga dapat memilihnya dengan menekan tombol tab hingga ke link atau icon yang diinginkan, lalu menekan tombol enter.(8.14)
9. Aesthetic and Minimalist Design – Dialog tidak boleh berisi informasi yang tidak relevan atau jarang dibutuhkan. Setiap unit tambahan informasi dalam dialog akan bersaing dengan unit-unit informasi yang relevan dan mengurangi visibilitas relatifnya.
Gambar ini berada di pojok kanan atas halaman situs, tepat di samping judul situs. Gambar tersebut adalah gambar iklan Yaris TRD Sportivo yang dibuat menggunakan Flash sehingga teranimasi. Namun sayangnya gambar tersebut tidak memiliki fungsi lain selain manampilkan gambar. Tidak ada reaksi apapun ketika diklik.
Justru informasi mengenai mobil Yaris lebih banyak didapatkan dengan menekan tab Yaris di deretan nama-nama merek Toyota (gambar di atas). Hal ini menunjukkan gambar iklan yang disebutkan terdahulu kurang relevan karena kurang esensial dalam pengambilan keputusan pengguna (9.1). Hal ini juga berlaku pada iklan-iklan yang memenuhi halaman utama (home). Banyak sekali yang tidak relevan, tetapi itu sebenarnya kesalahan dari Google AdSense, bukan dari pengelola situs.
10. Help and Documentation – Meskipun lebih baik jika sistem dapat digunakan tanpa dokumentasi, mungkin perlu untuk memberikan bantuan dan dokumentasi. Setiap informasi tersebut harus mudah dicari, berfokus pada tugas pengguna, daftar langkah konkret untuk dilakukan, dan tidak terlalu besar.
Kata-kata ‘testimonial’ mungkin bukan kata yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari, meskipun sempat populer dengan keberadaan situs pertemanan Friendster. Namun dengan adanya tooltip yang muncul ketika kursor didekatkan ke tab maka akan lebih mudah memahami maksudnya (10.4).
Meskipun situs dengan template semacam ini sudah umum, tetapi ada baiknya jika ada halaman khusus tentang bantuan atau FAQ (Frequently Asked Question). Atau setidaknya pada tiap-tiap kolom masukan diberikan keterangan tertentu, misalnya mengapa harus dimasukkan, apa yang terjadi apabila salah memasukkan, dan sebagainya. Sayangnya situs ini tidak memberikan fasilitas semacam itu (10.8)
Berlanjut ke Bagian 4 (Tamat). Atau Anda bisa membaca kembali Bagian 1 dan Bagian 2.
Menilai Kebergunaan Suatu Situs
1. Visibility of system status (Feedback)- Sistem harus selalu menginformasikan pengguna tentang apa yang terjadi, melalui umpan balik yang sesuai dalam waktu yang wajar.
Situs ini menampilkan judul yang berkaitan dengan isi halaman (butir 1.0 ya)
instruksi dan pesan error ada dalam satu tempat (butir 1.4 ya)
Pilihan yang telah dipilih sebelumnya (no. 4) tidak berbeda dengan sebelum dipilih (butir 1.14 tidak)
Sistem menunggu user untuk memverifikasi komentar dengan pratinjau (3.4), user dapat membatalkan pos komentarnya (3.8),dan user dapat pula memodifikasi kembali komentarnya dengan link edit (3.16).
4. Consistency and standards (Consistency) – Pengguna tidak perlu bertanya-tanya apakah kata-kata, situasi, atau tindakan yang berbeda berarti hal yang sama. Ikuti konvensi platform.
Pada BeliToyota.com, setiap window memiliki title yang berbeda (4.8), dan dapat di-scroll vertikal (4.9)
Sayang sekali menu daftar merek mobil yang seharusnya disusun vertikal dan sesuai abjad, malah disusun horizontal dan diletakkan tepat di bawah menu. Hal ini melanggar butir 4.12
Karena BeliToyota.com adalah bagian dari Blogger, maka pesan errornya adalah default dari Blogger. Kata ‘maaf’ mengimplikasikan pengguna yang memegang kendali (5.3) dan tidak menyalahkan user atas kesalahan yang terjadi (5.5).
Berlanjut ke Bagian 3. Anda juga dapat membaca kembali Bagian 1.
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Interaksi Manusia-Komputer (IMK)
Pendahuluan
Yang Anda semua lihat di atas adalah halaman web yang pertama kali diciptakan di dunia. Halaman aslinya adalah http://nxoc01.cern.ch/hypertext/WWW/TheProject.html (Tidak perlu menekan linknya, situs ini sudah mati sejak lama). Halaman ini diciptakan tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee (yang juga penemu browser pertama). Pada tahun itu, mungkin semua orang yang melihat halaman tersebut akan terpana, menyadari bahwa saat itulah momen di mana orang awam dapat lebih mudah memahami apa yang sejak tahun 1974 disebut sebagai ‘internet.’ Halaman ini hanya menampilkan semacam FAQ (Frequently Asked Question) tentang World Wide Web menggunakan teknologi hyperlink untuk menyambung antar halaman. Tanpa warna-warni, tanpa gambar. Hanya sekumpulan kalimat. Namun harus diakui, halaman ini adalah keajaiban. Hingga tahun 1995, WWW masih dipakai dalam lingkup ilmiah seperti universitas. Namun sejak 1996, WWW mulai dipakai untuk komersialisasi. Perusahaan berlomba-lomba memiliki halaman web dot-com dan memasang imbuhan ‘e-‘ di depan nama perusahaannya. Internet menjanjikan masa depan yang cerah.
Bagaimana dengan sekarang, dua puluh tahun sejak halaman web pertama?
Seperti yang kita kenal sekarang, internet telah kembali pada fungsi awalnya sebagai tempat pertukaran informasi secara cepat. Internet tidak lagi ‘menjual.’ Kebanyakan dari perusahaan-perusahaan yang berinvestasi pada internet seperti yang disebutkan di atas sudah gulung tikar sekitar tahun 2000an. Web tidak lagi ‘baru dan menarik.’ Animasi GIF seperti Dancing Baby sudah tak lagi membuat orang tertegun di layar monitor. Pengguna tidak lagi membuka web untuk melihat gambar latar yang berwarna-warni. Pengguna datang pada suatu situs dengan tujuan tertentu. Mereka butuh informasi yang dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Bukan berarti mereka tak tertarik dengan tampilan web. Jika Anda berani mencoba membuat situs dengan tampilan yang sama seperti tampilan dua puluh tahun lalu (lihat di atas) kemungkinan besar pengguna tak akan melirik. Di sinilah orang mulai melihat kegunaan sebenarnya dari internet. Dan dari sinilah kata-kata kebergunaan (usability) muncul.
Kebergunaan Web
Kebergunaan adalah sejauh mana suatu produk dapat digunakan oleh pengguna tertentu untuk mencapai tujuan tertentu dengan efektivitas, efisiensi, dan kepuasan dalam konteks penggunaan tertentu (Bevan, 1997)
Definisi di atas telah menjelaskan secara umum batasan-batasan kebergunaan. Pada pembahasan kali ini kita persempit lagi produknya yaitu web. Pada konteks web, kebergunaan adalah aspek dari sistem yang membuat penggunaannya menyenangkan , mudah dipelajari, serta mudah digunakan dan dinavigasi. Jakob Nielsen, pakar kebergunaan web, pernah menulis sebuah artikel yang terkenal karena sering dijadikan referensi dalam bidang kebergunaan web, ‘What is Usability?’ pada tahun 1998. Dalam artikel ini ia menerangkan lima karakteristik kebergunaan, yaitu:
- Learnability, yaitu kemudahan untuk dimengerti atau dipelajari. Dapatkah pengguna yang belum pernah melihat situs web itu sebelumnya cukup baik untuk menyelesaikan tugas-tugas dasar?
- Efficiency, yaitu seberapa cepat sebuah task dapat ditampilkan. Seberapa cepat pengguna menyelesaikan tugas-tugas yang berpengalaman sekali dia telah belajar untuk menggunakan sistem?
- Memorability, yaitu seberapa banyak pengguna mengingat apa saja yang dilakukan dalam sebuah web. Jika pengguna sebelumnya telah mengunjungi sebuah situs web, apakah ia cukup ingat untuk menggunakannya secara lebih efektif pada waktu berikutnya?
- Errors, yaitu seberapa banyak kesalahan yang dibuat oleh pengguna. Seberapa sering pengguna membuat kesalahan sementara pada website dan seberapa serius kesalahannya?
- Satisfaction, yaitu seberapa puas pengguna menggunakan situs berdasarkan desain yang ada.
Seberapa Bergunakah ‘Kebergunaan Web’?
Coba bayangkan diri Anda sebagai pengguna internet. Anda mengunjungi sebuah situs yang tampaknya memiliki informasi yang Anda inginkan, atau setidaknya itulah yang terlihat dari mesin pencarian. Tetapi ketika Anda sudah meneliti satu-satu setiap jengkal situs, Anda masih kesulitan untuk mencari informasi tersebut. Apa yang Anda lakukan? Terus mencari hingga seharian? Kemungkinan besar Anda akan kembali membuka mesin pencari dan membuka situs alternatif yang, meskipun informasinya tidak selengkap situs sebelumnya, namun lebih mudah dimengerti struktur navigasinya.
Sekarang bayangkan diri Anda sebagai pemilik situs pertama tadi. Dari sudut pandang Anda, Anda telah kehilangan seorang pelanggan, atau seseorang yang berpotensi sebagai pelanggan. Tidak peduli seberapa banyak informasi yang Anda jejalkan ke dalam situs Anda, pelanggan yang seharusnya memperoleh informasi tersebut tidak mendapatkannya. Anda yang seharusnya mendapat pelanggan baru tidak mendapatkannya. Tujuan yang ingin dicapai tidak tercapai. Dengan kata lain, situs Anda menjadi tidak berguna. Di sinilah kajian kebergunaan web menjadi sangat penting. Kebergunaan bukan lagi aksesoris web, kebergunaan adalah kebutuhan situs.
Apakah situs web Anda sudah usable (berguna)?
Selanjutnya pada Bagian 2
Later, the song took flight and landed in America, where it mutated into a truly immortal pop epiphany that soared to the top of the charts here and then everywhere, again and again, returning every decade or so under different names and guises. Navajo Indians sing it at powwows. The French favor a version sung in Congolese. Phish perform it live. It has been recorded by artists as diverse as R.E.M. and Glen Campbell, Brian Eno and Chet Atkins, the Nylons and Muzak schlockmeister Bert Kaempfert. The New Zealand army band turned it into a march. England’s 1986 World Cup soccer squad turned it into a joke. Hollywood put it in Ace Ventura: Pet Detective. It has logged nearly three centuries’ worth of continuous radio airplay in the U.S. alone. It is the most famous melody ever to emerge from Africa, a tune that has penetrated so deep into the human consciousness over so many generations that one can truly say, here is a song the whole world knows.
Meskipun lagu itu membantu membuat Linda pemain populer di Afrika Selatan, ia menerima kompensasi kecil di luar cek yang diberikan Pete Seeger (anggota klub The Weavers). Tumbang di atas panggung pada tahun 1959, Linda didiagnosis dengan penyakit ginjal. Keluarganya terus menyalahkan penyihir untuk penyakit itu. Setelah periode panjang menghabiskan waktu dalam dan di luar rumah sakit, Linda meninggal pada tanggal 8 Oktober 1962. Butuh 18 tahun sebelum batu nisan-nya diletakkan di kuburan. (Craig Harris, All Music Guide)
Oke sudah dulu yah ini… Nanti dilanjutkan di post berikutnya…Ngantuk…
Anda doyan bermain game puzzle? Senang memainkan game Flash? Penikmat gambar-gambar menawan? Maka game ini adalah untuk Anda.
Dunia Machinarium sendiri adalah sebuah dunia di mana semuanya terbuat dari besi. Semua makhluk hidup di sini adalah robot. Uniknya tidak seperti game kebanyakan yang grafiknya menggunakan komputer, game ini keseluruhannya adalah gambar resolusi tinggi yang dibuat dengan tangan. Desain kotanya indah, dan teknik menggambarnya juga apik, menjanjikan kenikmatan visual yang luar biasa. Desain tempat-tempat dalam game ini mungkin sedikit mengingatkan kita pada dunia fiksi dalam film animasi Robots.Seperti yang telah dimuat dalam posting sebelumnya, saya tuliskan lima kriteria yang saya jadikan acuan dalam penilaian situs HavenWorks.com
- Judul dan keterangan
- Pewarnaan
- Penataan letak
- Luasan halaman
- Penjelasan dan penekanan
Postingan ini sengaja dibuat untuk memenuhi tugas matakuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK).
Ketika browsing saya menemukan link ke sebuah situs yang saya akui mungkin salah satu situs web paling membingungkan: HavenWorks.com. Jika anda belum pernah melihatnya silakan dibuka terlebih dahulu. Jika tidak sanggup di sini saya berikan screenshot-nya:
Judul dan Keterangan: Sayang sekali saya telah membocorkan nama situsnya, jika tidak mungkin anda akan kesulitan mencarinya. Jika belum terlihat juga, judulnya ada di kanan atas. Hampir tidak terlihat, mungkin, karena latar tulisannya yang bergambar. Di bawah judul tersebut ada keterangan seperti ini: News Reference Facts Information Sources Intelligence Haven Works !-) . Mungkin orang yang biasa berbahasa Inggris mengerti arti kalimat ini, tetapitanpa koma dan titik, arti sebenarnya kalimat ini masih menjadi misteri. Jadi sebenarnya situs apa ini?
Pewarnaan: Menurut saya warna dalam situs ini tidak mengganggu pengguna untuk membaca tulisan yang ada di atasnya, tetapi jika anda perhatikan situs ini terlalu berwarna-warni. Untung saja warna latar didominasi putih.
Penataan letak: Ya, kali ini anda boleh scroll halaman sedikit ke bawah untuk melihat isi dalam situs ini. Kita dapat melihat ada paragraf-paragraf yang ditata layaknya koran PosKota. Saya ingin menantang anda semua untuk merinci masing-masing komponen dalam situs ini tapi tampaknya hal tersebut terlalu kejam. Anda yang sudah rela meluangkan waktu untuk sedikit mengutak-atik situs ini mungkin tahu bahwa sebagian besar isi situs ini adalah link berita dari situs berita lain. Tapi entah rubrik apa terletak di sebelah mana tidak. Situs ini mungkin memang sumber referensi yang lengkap, tetapi tanpa tatanan yang teratur tampaknya tak ada yang mau membaca. Kecuali kalau isinya semenarik koran PosKota.
Luas Halaman: Lihat betapa kecilnya scroll browser anda pada halaman ini? Hal ini menunjukkan bahwa halaman ini begitu panjangnya sehingga setelah berkali-kali memutar scroll pun mungkin belum ketemu dasar halaman ini. Padahal bagian bawah halaman ini adalah pengkategorian berita. Selain itu ada pula scroll horizontalnya. Ini menandakan bahwa halamannya terlalu lebar. Mengingat halaman yang terlalu lebar sudah tidak populer, tampaknya situs ini akan benar-benar membingungkan, terutama pada kalangan pengguna internet pemula. Ingat bahwa membaca halaman koran dari atas ke bawah dengan men-scroll halaman web dari atas ke bawah adalah dua hal yang berbeda. Anda tahu mana yang lebih mudah.
Penjelasan dan Penekanan: Seperti yang telah dijelaskan di awal, kekaburan judul dan keterangan membuat situs ini tidak jelas maksudnya. Hal ini diperburuk pula dengan tak adanya penjelasan lain. Tidak adanya halaman khusus untuk home atau rubrik tertentu adalah faktor utamanya, sehingga situs ini tanpa penjelasan dan basa-basi langsung ke inti permasalahan. Selain itu tidak adanya penekanan pada bagian tertentu membuat situs ini makin terlihat acak-acakan. Pembaca tidak tahu harus memulai dari mana.
Kesimpulan
Beberapa kekurangan yang disebutkan di sini bukan diketik untuk merendahkan suatu situs atau maksud buruk lain apapun, tetapi agar ada perbaikan demi perbaikan sehingga situs ini dapat digunakan dengan cara yang lebih baik dan lebih mudah.
“Love Caught in the Fire of Revolution”
The Year of Living Dangerously. Mungkin kata-kata ini tidak akrab di telinga masyarakat Indonesia pada umumnya. Tetapi masyarakat internasional mengenal Indonesia salah satunya adalah lewat kata-kata ini.
Apa sih itu?
The Year of Living Dangerously adalah sebuah film Australia yang mengambil setting di Jakarta pada tahun 1966, saat lengsernya Soekarno dan lahirnya Orde Baru Soeharto. Film produksi tahun 1982 ini dibintangi oleh beberapa aktor/ aktris terkenal, diantaranya Mel Gibson dan Sigourney Weaver dan disutradarai Peter Weir. Uniknya, sampai saat ini baru inilah film berbahasa Inggris yang mengulas tentang peristiwa revolusi ’66. Temanya adalah thriller dan drama yang dibumbui romansa. Film ini didasarkan oleh novel karangan CJ Koch berjudul sama.
Ceritanya sendiri adalah tentang seorang jurnalis ambisius, Guy Hamilton (Mel Gibson) yang dikirim oleh ABS (Australian Broadcasting Service) sebagai koresponden asing. ia sampai di Indonesia dibantu oleh Kumar (Bembol Roco) dari kantor perwakilan Indonesia. Meskipun baru kali pertama menginjakkan kaki di Indonesia, Guy begitu keras berusaha mencari berita-berita bermutu tinggi padahal perlu diketahui bahwa pada saat itu bangsa Barat masih dipandang sebagai simbol imperialisme sehingga tiap orang Barat dianggap musuh.
Namun perkenalannya dengan Billy Kwan (Linda Hunt), seorang kamerawan profesional yang cebol namun punya banyak koneksi ke pejabat memberinya banyak berita menarik tentang realita kehidupan Jakarta saat itu juga kesempatan untuk mewawancarai pemimpin PKI, Aidit. Lewat Billy pula ia berkenalan dengan Jill Bryant (Sigourney Weaver), asisten atase Kedubes Inggris. Ia juga berteman dengan beberapa wartawan di sana, diantaranya adalah Pete Curtis (Michael Murphy). Ketika Guy dan Jill saling mencintai, Jill membocorkan informasi rahasia kepada Guy tentang pengiriman senjata dari Shanghai untuk PKI demi keselamatan jiwa mereka. Guy pun berada dalam dilema: apakah dia akan mengorbankan cinta mereka dengan menyiarkan berita menggemparkan yang bisa saja membahayakan nyawa mereka, atau memilih untuk meninggalkan Indonesia dan semua karir yang menjanjikan, atau hanya menunggu PKI membantai seluruh kaum Eropa di Jakarta kapan saja selagi ia berpikir?
Film ini mampu menggambarkan situasi sosial politik dan budaya Indonesia tahun ’66 secara detail, mulai dari kehidupan para ekspatriat yang mewah sampai kehidupan rakyat miskin di pemukiman kumuh pinggir sungai. Sementara orang Barat (digambarkan oleh wartawan teman-teman Guy) hanya minum-minum, pesta dansa, dan melacur, rakyat pribumi berebut beras bahkan rela mengemis demi sesuap nasi. Situasi mencekam yang dialami kaum Barat pun sangat terasa di sini. Orang-orang Barat dicibir oleh penduduk setempat ‘hei kapitalis, ngapain di sini???’ Budaya khas Indonesia juga ditampilkan di sini, seperti alunan gamelan yang menyelingi beberapa adegan film. Film ini sekilas dapat dikatakan akurat, meski pada kenyataannya tak ada satu scene pun diambil di Indonesia dan hampir tidak ada pemain Indonesia di sini. Sudut pandang film ini sebagian besar adalah dari sisi orang-orang Barat, meski sudut pandang Kumar sebagai pribumi (bukannya lebih mirip nama orang India?) terhadap peristiwa kudeta juga mesti jadi poin.
Anda tentu kenal Mel Gibson. Setidak-tidaknya mungkin pernah menonton filmnya. Banyak film yang dibintanginya sering diputar di TV, sebut saja The Patriot dan Braveheart yang sering diputar di Trans7. Atau film Lethal Weapon yang kemarin diputar di TransTV. Lethal Weapon bahkan sudah dibuat sampai 4 seri. Sedangkan Sigourney Weaver terkenal lewat film Alien (beberapa hari lalu tayang di RCTI kalo gak salah). Guy sendiri digambarkan sebagai sosok yang alim. Ia lebih memilih hidup profesional, tidak seperti teman-temannya yang suka pesta. Tetapi di balik itu ia juga orang yang ambisius. Sementara Jill memiliki pribadi yang tegar dan mempesona dari segi penampilan dan sikap. Ada pula karakter Pete Curtis sebagai kebalikan dari karakter Guy. Tetapi yang paling unik adalah karakter Billy Kwan. Billy adalah seorang kamerawan cebol yang entah bagaimana dipercaya oleh siapapun sehingga punya koneksi bagus. Ia sangat paham dengan filsafat wayang. Ia juga adalah salah satu penggemar berat Soekarno, yang membuatnya suka memakai kostum ala Soekarno: peci, kacamata hitam, dan tongkat kecil. Selain itu, ia adalah pemerhati sosial juga. Secara rutin ia mengunjungi seseorang yang dipanggilnya Ibu yang tinggal di pemukiman kumuh bersama anaknya yang sakit-sakitan, lalu memberinya bantuan berupa beras dan terkadang mainan anak. Yang lebih unik lagi adalah karakter Billy Kwan diperankan oleh aktris Linda Hunt. Mungkin Anda tidak kenal Linda Hunt karena ia lebih sering menjadi pengisi suara kartun, diantaranya Pocahontas dan game God of War. Perannya sebagai lelaki di film ini membawanya meraih Piala Oscar untuk kategori best actress in supporting role tahun 1984. Jujur gw setuju banget soalnya sampai gw ngebaca cast n crew nya gw gak tahu bahwa Billy diperankan oleh perempuan.
Dan poin penting yang mau gw kasihtahu di sini adalah bahwa setelah penggambaran detail tentang Indonesia khususnya Jakarta, yang membuat gw suka film ini adalah chemistry antara tokoh-tokoh sentral film ini. Hubungan cinta antara Guy dan Jill mungkin menarik (mereka berdua hot banget) namun ketika Anda menonton hingga habis, Anda akan tahu bahwa hubungan mereka dengan Billy lebih menarik. Guy dan Billy bersahabat sebagai partner kerja namun belakangan akan terlihat bahwa Billy akan semakin misterius dan dia berusaha mengontrol Guy dan Jill layaknya seorang dalang (ia bercerita tentang Arjuna, Srikandi, dan Semar dan ia mengatakan bahwa ‘Soekarno adalah dalang yang hebat’ maka kemungkinan ia begitu mengidolakan Soekarno sehingga ia berusaha menirunya dengan ‘mendalangi’ Guy dan Jill, mungkin dia anggap sebagai Arjuna dan Srikandi dimana dia adalah si cebol Semar). Tetapi ketika ambisi Guy mengalahkan segala-galanya, Billy benar-benar kecewa. Selain itu yang unik juga adalah hubungan Guy dengan Curtis. Mereka memiliki karakter yang bertolak belakang, yang mana hal ini sering menjadi pemicu pertengkaran antara mereka berdua. Namun ada pula saat-saat dimana mereka makan bersama, bercanda, dan berjalan-jalan bersama.
Tapi kalau film ini kualitasnya bagus kok saya tidak pernah tahu ada film seperti ini?
Pada saat film ini dibuat dan dirilis Indonesia masih berada di bawah rezim pemerintahan Soeharto. Karena film ini mengandung adegan yang memperlihatkan pembantaian antek-antek PKI oleh Pemerintah maka film ini mungkin dianggap menyindir Orde Baru. Oleh karena itu, film ini baru dirilis di televisi Indonesia 6 November 2000, dua tahun setelah Soeharto lengser (IMDb.com). Sementara versi VCDnya dirilis 16 Juli 2001 oleh Vision Home Entertainment. Itupun VCD ini langka sekali, jarang ditemukan di toko-toko VCD manapun. Beruntung sekali setelah pencarian panjang (halah) akhirnya gw nemuin nih VCD di salah satu rental film di Padang. Biar gak nyari-nyari lagi, langsung aja gw copy filmnya ke komputer. Terus gw tonton deh filmnya bersama bokap gw.
Sebelumnya gw sempat terkejut karena penggambaran kemiskinan dan kekumuhan di Jakarta mendominasi film ini. Ya, memang banyak kritikus yang mengatakan bahwa film ini terlalu menghina Indonesia. Tetapi bokap gw bilang ‘waktu dulu memang beginilah keadaan Indonesia’. Ya terang aja gw lebih percaya sama bokap gw, kan dia hidup di jaman itu juga, tentu lebih tahu keadaan sebenarnya daripada gw dan kritikus-kritikus sok tahu lainnya.
Meski penggambaran ketakutannya sangat mencekam, sayang sekali film ini kurang menonjolkan sisi historisnya seperti latar belakang pemberontakan dan sebagainya. Jadi bagi orang bukan Indonesia yang tidak terlalu mengerti sejarah indonesia juga akan tidak begitu mengerti emosi yang dirasakan tokoh-tokoh utama. Tetapi tetap bagus kok.
Yah intinya gw rekomendasiin deh ni film untuk referensi. jadi, selamat menonton!!!




